Monday, February 19, 2018

RESUME TEORI EKONOMI MAKRO KESEIMBANGAN EKONOMI DUA SEKTOR - Ekonomi Makro


TUGAS RESUME TEORI EKONOMI MAKRO
MATERI 4
KESEIMBANGAN EKONOMI DUA SEKTOR



OLEH:
KELOMPOK 5
KELAS EM – B
EKEL EPRAIM TARIGAN              141160062
AHMAD LUTFI BAHRUSSYIFA              141160063
ANIN NURUL KHASANAH                      141160064
SILMA FARAHDIEN NURSUSANTI       141160065



PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
2017

                        Yang dimaksud dengan perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan.
A.    Hubungan Antara Konsumsi dan Pendapatan
                        Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi). Yang terpenting adalah pendapatan rumah tangga. Pada pendapatan rumah tangga yang rendah, rumah tangga akan mengorek tabungan masa lalu untuk membiayai konsumsi masa kini. Kenaikan pendapatan menaikkan pengeluaran konsumsi rumah tangga. Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan menabung disamping mengkonsumsi.
Kecondongan Mengkonsumsi dan Menabung
                        Kecondongan Mengkonsumsi perlu dibedakan menjadi dua yaitu
1.      Kecondongan Mengkonsumsi Marginal (MPC= Marginal Propensity to Consume) adalah perbandingan di antara pertambahan konsumsi (∆C) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposebel (∆Y) yang diperoleh.
2.       Kecondongan Mengkonsumsi Rata-rata (APC= Average Propensity to Consume) adalah perbandingan diantara tingkat konsumsi (C) dengan pendapatan disposebel ketika konsumsi tersebut dilakukan (Yd).
Kecondongan Menabung perlu dibedakan menjadi dua yaitu;
1.      Kecondongan Menabung Marginal (MPS= Marginal Propensity to Save) adalah perbandingan di antara pertambahan tabungan (∆S) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposebel (∆Yd).
2.       Kecondongan Menabung Rata-rata (APS= Average Propensity to Save) adalah perbandingan diantara tabungan (S) dengan pendapatan disposebel (Yd).

B.     Fungsi Konsumsi  dan Tabungan
Ciri-ciri Fungsi Konsumsi dan Tabungan
                                            i.            Fungsi Konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut
                                          ii.            Fungsi Tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau pendapatan disposebel) perekonomian tersebut



                        Kurva (a) menggambarkan bahwa titik A merupkan pendapatan nasional sejumlah Rp/ 360 triliun dan konsumsi adalah Rp 360 triliun. Sedangkan titik B menunjukkan pendapatan nasional bernilai Rp. 600 triliun sedangkan nilai konsumsi adalah Rp/ 540 triliun. Degan demikian, pergerakan dari titik A dan tiik B menggambarkan:
                                                        i.            Pendapatan nasional bertambah sebanyak Rp. 240 triliun
                                                      ii.            Konsumsi rumah tangga bertambah sebanyak 180 triliun
Ini menunjukkan kecondongan fungsi konsumsi sama dengan nilai MPC


                        Titik D menunjukkan tingkat tabungan adalah nol. Dan pendaptan nasional adalah sebanyak Rp. 360 triliun. Seterusnya titik E menggambarkan ketika tabungan mencapai Rp 60 triliun pendapatan nasional adalah sebanyak 600 triliun. Dengan demikian pergerakan dari titik D ke E menggambarkan:
                                                        i.            Pendapatan nasional bertambah sebanyak Rp 240 triliun
                                                      ii.            Tabungan bertambah sebanyak Rp 60 triliun
Ini berarti kecondongan fungsi tabungan adalah sama dengan nilai MPS
C. Penentu-penentu Lain Konsumsi dan Tabungan
            Keynes berpendapat tingkat konsumsi dan tabungan terutama dtentukan olah tingkat pendapatan rumah tangga. Faktor-faktor tersebut seperti:
a)      Kekayaan yang telah terkumpul
Sebagai akibat dari harta warisan, atau tabungan yang  banyak sebagai akibat usah masa lau. Yang membuatnya tidak lagi menabung lebih banyak.
b)      Suku bunga
Akan lebih banyak tabungan apabila suku bunga tinggi karena lebih banyak pendapatan dari penabungan yang diperoleh
c)      Sikap berhemat
Berbagai masyarakat mempunyai sikap yang berbeda dalam menabung dan berbelanja. Dalam masyarakat seperti itu APC dan MPC nya adalah lebih rendah, dan sebaliknya.
d)     Keadaan perekonomian
Dalam perekonomian yang tumbuh dengan teguh dan tidak banyak pengangguran, masyarakat berkecenderunan melakukan pengeluaran yang lebih aktif.
e)      Distribusi pendaptan
Dalam masyarakat yang distribusi nya tidak merata, lebih banyak tabungan yang akan dirperoleh
f)       Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi
Apabila pendapatan dana pensiun besar jumlahnya, para pekerja tidak terdorong untuk menabung.

D. Investasi (Penanaman Modal)
            Investasi disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal. Investasi adalah pengeluaran atau pengeluaran penanam-penanam modal atau perusahaaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.  Investasi bruto meliputi investasi untuk menambah kemampuan memproduksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang telah didepresikan. Apabila dikurangi dengan depresiasi maka akan tercipta investasi neto.
Dalam praktiknya, dalam usaha untuk mencatat nilai penanaman modal yang di lakukan dalam suatu tahun tertentu, yang di golongkan sebagai investasi meliputi pengeluaran berikut:
                                                        i.            Pembelian berbagai jenis barang modal
                                                      ii.            Pengeluaran untuk mendirikan bangunan
                                                    iii.            Pertambahan nilai stok barang yang belum terjual.
Penentu-penentu tingkat investasi yaitu:
a. Tingkat keuntungan yang diramalakn akan diperoleh
b. Suku bunga
c. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
d. Kemajuan teknologi
e. Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya
f. Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan.

E. Investasi, Keuntungan dan Suku Bunga
     2 faktor investasi perusahaan yaitu keuntungan yang diramalkan dan suku bunga. Ramalan mengenai keuntungan masa depan (i) akan memberikan gambnaran kepada para pengusaha mengenai jenis-jenis investasi yang mempunyai prospek yang baik untuk dilaksanakandan (ii) besarnya investasi yang harus dilakukan untuk mewujudkan tambahan barnag-barnag modal yang diperlukan. Sedangkan suku bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi keuntungan kepada para pengusaha.

     Para penguasaha hanya akan melaksanakan penanaman modal apabila tingkat pengembalian modal dari investasi lebih besar dari bunga.

Berdasarkan kepada jumlah modal yang akan ditanam dan tingkat pengembalian modal yang diramalkan akan diperoleh, digambarkan sebuah kurva berikut:

         Efisiensi marjinal adalah suatu kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan di investasikan. Titk A menggambarkan bahwa tingkat pengembalian modal adalah R0 dan investasi adalah I0. Ini berarti titik A menggambarkan bahwa dalam perekonomian dapat dilakukan investasi yang akan menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanyak R0 atau lebih tinggi, dan untuk mewujudkan investasi tersebut modal yang diperlukan adalah sebanyak I0.
        
         Untuk menentukan besarnya investasi yang harus dilakukan makan kurva MEI harus dihubungkan dengan suku bunga, yaitu:










     F. Fungsi Investasi


                 Adalah kurva yang menunjukkan perkaitan diantara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional. Fungsi atau kurva investasi yang sejajar dengan sumbu datar dinamakan investasi otonomi dan fungsi investasi yang semakin tinggi apabila pendapatan nasional meningkat dinamakan investasi terpengaruh.

     Dalam gambar di atas di terangkan bawha investasi terutama di tentukan oleh suku bunga. Apabila suku bung tinggi, jumlah investasi akan berkurang, sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi


     Kedudukan fungsi investasi dalam grafik sangat berhubungan dengan kurva MEI dan suku bunga yang berlaku.

    
Dalam grafik (a), misalkan suku bunga adalah 6 persen. Pada suku bunga ini, tingkat investasi yang dilakukan para penanam modal adalah RP 10 triliun. Dalam grafik (b), fungsi investasi I0 menggambarkan investasi sebanyak Rp 10 triliun pada berbagai tingkat pendapatan nasional. Grafik (a) menunjukkan investasi yang akan dilakukan menurun menjadi Rp 5 trliun. Dalam grafik (b) tingkat investasi ini ditunjukkan oleh fungsi I1.
G. Penentu-penentu Investasi Yang Lain
                                i.            Ramalan Keadaan Perekonomian di Masa Depan
Ramalan yang menunjukkan bahwa keadaan perekonomian –termasuk situasi politik dari keamanab- akan menjadi lebih baik lagi di masa depan, yaitu diramalkan bahwa harga-harga akan tetap berkembang stabil dan pertumbuhan ekonomi maupun pertambahan pendapatan masyarakat akan berkembang dengan cepat, merupakan keadaan yang akan mendorong pertumbuhan investasi
                              ii.            Perubahan dan Perkembangan Teknologi


Makin banyak perkembangan teknologi yang dibuat, makin banyak pula kegiatan pembaruan akan dilakukan yang mana berarti harus membeli barang-barang modal baru. Maka semakin banyak pembaruan yang dilakukan, makin tinggi tingkat investasi yang akan dicapai.
            Gambar diatas menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dan ramalan masa depan yang semakin baik, akan mempengaruhi tingkat investasi.
                            iii.            Efek Pertumbuhan Pendapatan Nasional
Tingkat pendapatan nasional yang tinggi akan memperbesar pendapatan lalu akan memperbesar tingkat permintaan barang-barang dan jasa-jasa. Maka keuntungan perusahaan akan bertamanbah yang akan mendorong dilakukannya investasi. Hal ini digambarkan dalam grafik:







                            iv.            Keuntungan Perusahaan
Tabungan perusahaan terutama diperoleh dari keuntungan, semakin banyak untungnya semakin besar keuntungan yang tetap disimpan perusahaan. Lalu memungkinkan perluasan usaha yang akan menambah investasi.

G. Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi
                        Dapat digunakan tiga cara yaitu:
                                                                   i.     Dengan menggunakan contoh angka yang membandingkan pendapatan nasional dan pengeluaran agregat
                                                                 ii.     Dengan menggunakan grafik yang menunjukkan (a) kesamaan pengeluaran agregat dengan penawaran agregat, dan (b) kesamaan antara investasi dan tabungan
                                                               iii.     Dengan menggunakan cara penentuan secara aljabar







H. Grafik Keseimbangan Perekonomian Negara






                 Garis Y=AE adalah garis yang membentuk sudut 450 dengan sumbu datar. Setiap titik dalam garis ini menunjukkan keadaan dimana pendapatan nasional sama dengan pengeluaran agregat. Fungsi C+I memotong garis Y=AE di titik E. Dengan demikian titik E menunjukkan kedudukan dimana tingkat keseimbangan perekonomian negara tercapai, dan pendapatan nasional adalah Rp 840 triliun.

                 Dalam (b) adalah fungsi tabungan rumah tangga dan fungsi investasi para pengusaha. Nilai-nilai investasi dan tabungan ditunjukkan pada sumbu tegak, dan pendapatan nasional ditunjukkan pada sumbu datar. Titik perpotongan fungsi S dan fungsi I menentukan kedudukan dari keseimbangan perekonomian negara. Tingkat keseimbangan poerekonomian  akan dicapai pada titik E, yaitu pada keadaan di mana investasi sama dengan tabungan.

I. Perubahan Keseimbangan dan Multiplier





                        Dalam gambar diatas dimisalkan pada mulanya pengeluaran agregat adalah padan tingkat seperti yang digfambarkan oleh AE0=C+I. Dengan demikian tingkat keseimbangan perekonomian negara dicapai di tiik E, dan oleh karenanya pendapatan nasional mencapai Ya. Penambahan investasi ditunjukkan sebanyak ΔI sehingga tingkat investasi berubah dari I menjadi I1.
                                                Apabila pengeluaran agregat adalah AE1=C+I1, pada pendapatan nasional UYa akan berlaku kenaikan pengeluaran agregat menjadi EaA. Para pengusaha didorong intuk menambah pendapatan nasional menjadi Y0.
                        Nilai multiplier menggambarkan perbandingan diantara jumlah pertambahan/penguranagan dalam pendapatan nasional dengan jumlah pertambahan/pengurangan dalam pengeluaran agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional tersebut.
           
J. Paradoks Berhemat
                         Dalam perekonomian dimana pengeluaran agregat adalah penentuan utama kesimbangan pendapatan dan pengeluaran/pengeluaran agregat, akan merendahkan tingkat pendapatan nasional yang di capai. Fenomena ini dinamakan paradoks berhemat atau paradox of thrif.

RESUME TEORI EKONOMI MAKRO PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI Pandangan Klasik, Keynes dan Pendekatan Masa Kini - Ekonomi Makro


TUGAS RESUME TEORI EKONOMI MAKRO
MATERI 3
PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI
Pandangan Klasik, Keynes dan Pendekatan Masa Kini



OLEH:
KELOMPOK 5
KELAS EM – B
EKEL EPRAIM TARIGAN                          141160062
AHMAD LUTFI BAHRUSSYIFA              141160063
ANIN NURUL KHASANAH                      141160064
SILMA FARAHDIEN NURSUSANTI       141160065



PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
2017
A. Pandangan Ahli Ekonomi Klasik
            Pandangan ekonomi secara global dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama yaitu fase ahli ekonomi klasik, lalu fase Keynes dan akhirnya fase pendekatan modern yang kita jalani saat ini.
            Menurut pandangan pera ahli ekonomi klasik yakni rentang abad 18 – 19 M antara lain Adam Smith, Fransois Quesnay dan Jean Baptise Say, bahwa perekonomian pada umumnya kan berada dalam tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Pengangguran tenaga kerja adalah keadaan yang tidak selalu berlaku dalam perekonomian. Hal ini didasarkan pada dua hal, yakni:
1.     

Fleksibilitas suku bunga dan tingkat harga akan menyebabkan keseimbangan di antara penawaran agregat dan permintaan agregat tercapai pada penggunaan tenaga kerja penuh. Sederhananya, apabila suku bunga diturunkan maka masyarakat akan banyak mengambil uang yang mereka simpan di bank untuk kemudian di investasikan. Namun, apabila suku bunga dinaikkan maka masyarakat akan menabung dan investasi akan turun. Karena saat masyarakat memproduksi suatu benda dalam jumlah banyak, maka akan tercipta pula permintaan yang besar atas benda itu. Ini terlihat jelas dari pandangan Jean Baptise Say (1767-1832) yaitu “Supply creats its own demand”. Apabila permintaan naik maka juga akan menyerap tenaga kerja yang banyak untuk produksinya. Inilah yang menyebabkan ahli ekonomi klasik mengambil kesimpulan demikian.









2.      Fleksibilitas tingkat upah mewujudkan keadaan dimana permintaan dan penawaran tenaga kerja mencapai keseimbangan pada penggunaan tenaga kerja penuh. Apabila permintaan agregat naik maka penggunaan tenaga kerja juga naik, dengan begitu upah juga akan dinaikkan. Saat upah dinaikkan maka konsumsi rumah tangga juga akan naik. Karena pendapatan sama halnya dengan konsumsi.

Y = C
 
                                                           

                                                







                Apabila dalam perekonomian terdapat pengangguran, para pengaggur akan bersedia bekerja pada tingkat upah yang lebih rendah dari yang berlaku di pasar. Keadaan ini menimbulkan kekuatan-kekuaran yang menurunkan tingkat upah, dan penurunan dalam tingkat upah ini akan memperluas tingkat kegiatan ekonomi, karena upah sama


dengan produksi fisik marjinal.
                        Kemampuan sektor perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa sangat tergantung kepada jumlah dan kualitas faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian tersebut. Dengan demikian tingkat kegiatan ekonomi negara akan ditentukan oleh:
                                i.            Jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan dalam perekonomian
(K/ Capital)
                              ii.            Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang tersedia dalam perekonomian
(L/ Labour)
                            iii.            Jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan (R/ Resource)
                            iv.            Tingkat teknologi yang digunakan (T/ Technology)
Y = f (K, L, 

R, T)
 
 



                        Namun dalam penerapanya, teori ahli ekonomi klasik masih belum dapat terbukti. Terbukti pada 1929 The Great Depression di Amerika dan negara sekitarnya mengalami kelumpuhan ekonomi akibat meledaknya angka kemiskinan oleh pengangguran yang merajalela, inflasi melambung tinggi menambah daya beli masyarakat mencapai titik nol. Hal ini dihadapi para ahli ekonomi dengan tetap berpegang teguh pada teori ekonomi klasik yang mempercayai bahwa pengangguran dapat terselesaikan sendiri secara alami oleh mekanisme pasar, yang merupakan titik hasil dari pertemuan sisi penawaran dan sisi permintaan. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa “Supply creats its own demand”, namun teori ini tidak terbukti dan malah mengambil banyak korban dalam Depresi Besar yang melanda Amerika saat itu.
B. Pandangan Ekonomi Keynes
                        J.M Keynes yang tidak sepakat dengan pandangan ahli ekonomi klasik dan melihat dengan mata kepala sendiri keadaan yang dihasilkan oleh pandangan tersebut akhirnya mengkritik pandangan itu. Menurut Keynes penggunaan tenaga kerja penuh adalah keadaan yang jarang terjadi, dan disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang ada dalam perekonomian. Perbedaan pendapat antara ahli ekonomi klasik dan Keynes terdapat pada:
                                  i.            Faktor-faktor yang menentukan tingkat tabungan, tingkat investasi dan suku bunga dalam perekonomian
                                ii.            Sifat-sifat perkaitan di anatara tingkat upah dengan penggunaan tenaga para pengusaha

Menurut Keynes, bukanlah suku bungan yang menentukan besarnya tabungan, melainkan tinggi rendahnya pendapatan rumah tangga yang menentukannya. Apabila rumah tangga mendapat upah tinggi, maka akan besar pula jumlah yang ditabungkan.
Masih mengkritik pandangan ahli ekonomi klasik, Keynes tidak menyetujui konsep jumlah investasi yang dikemukakan ahli ekonomi bahwa besarnya investasi bergantung pula pada suku bunga. Kritik Keynes yang berhubungan dengan hal ini adalah:
1.      Keynes berpendapat tabungan bukan ditentukan oleh suku bunga tetapi oleh tingkat pendapatan masyarakat. Makin tinggi pendapatan, makin tinggi pula tabungan. (gambar b)
2.     
Bahwa suku bunga bukan ditentukan oleh penawaran dana untuk tabungan dan permintaan dana unutk investasi. Menurutnya suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. (gambar a)





            C. Penentu Suku Bunga: Pandangan Keynes
                        Menurut Keynes suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang. Seperti yang digambarkan pada kurva diatas.

D. Penentuan Kegiatan Ekonomi: Pandangan Keynes
1.      Peranan Permintaan Agregat Dalam Kegiatan Ekonomi
            Pada hakikatnya analisis itu berpendapat bahwa tingkat kegiatan ekonomi negara ditentukan oleh besarnya permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta tersebut, yang wujud dalam perekenomian. Bertambah besar permintaan efektif yang wujud dalam perekonomian bertambah besar pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Analisisnya memisalkan bahwa jumlah kemampuan dari faktor-faktor produksi tidak mengalami pertambahan.
2.      Penentu-penentu Perbelanjaan Agregat
            Dalam analisisnya Keynes membagikan permintaan agregat kepada dua jenis pengeluaran: pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga dan penanaman modal oleh para pengusaha. Pengeluaran agregat dapat dibedakan kepada empat komponen:
a)      Konsumsi rumah tangga (C= Consumption)
b)      Investasi perusahaan (I= Investment)
c)      Pengeluaran pemerintah (G= Government)
d)     Ekspor (X= Export)

Y= C + I + G + ( X – I)
 
 



a)      Konsumsi Rumah Tangga
        Makin besar pendapatan mereka, makin besar pula pengeluaran mereka, dan hanya sebagian saja dari pendapatan yang mereka terima yang akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi. Oleh Keynes perbandingan di antara pengeluaran konsumsi suatu tingkat pendapatan tertentu dengan pendapatan itu sendiri dinamakan kecondongan mengkonsumsi atau MPC (Marginal Prospensity o Consume).
b)        Investasi (Penanaman Modal)
        Hal ini ditentukan oleh dua faktor, yaitu: marjinal modal dan suku bunga. Efisiensi marjinal modal menggambarkan tingkat pengembalian modal yang akan diperoleh dari kegiatan-kegiatan investasi yang dilakukan dalam perekonomian.
c)        Pengeluaran Pemerintah
        Kegiatan pemerintah melalui pemungutan pajak akan mengurangi perbelanjaan agregat. Akan tetapi pajak tersebut akan dibelanjakan lagi oleh pemerintah dan langkah tersebut akan meningkatkan pengeluaran agregat.
d)     Ekspor ke Pasaran Dunia
   Ahli ekonomi Klasik telah lama menunjukkan bahwa ekspor dapat memperluas pasar dan memungkinkan negara yang mengekspor memperoleh dana untuk mengimpor pasar lain, termasuk barang modal yang akan mengembangkan perekonomian tersebut lebih lanjut.

E. Penentuan kegiatan Perekonomian Negara
Contoh hipotesis mengenai hal ini:
Pendapat nasional
Pengeluaran agregat
Kegiatan Ekonomi
(trilliun rupiah)
100
127
EKSPANSI
200
250

300
325

400
400

SEIMBANG
500
475
KONTRAKSI
600
550


Kurang dari pendapatan nasional
 

Melebihi pendapatan nasional
 

Apabila pengeluaran agregat melebihi pendapatan nasional, maka yang diproduksi sektor perusahaan tidak mencukupi, lebih banyak barang dan jasa harus diproduksikan untuk memenuhi kelebihan pengeluaran agregat. Akibatnya kegiatan ekonomi negara akan mengalami ekspansi.
Sebaliknya apabila pengeluaran agregat lebih rendah dari pendapatan nasional, keadaan ini berarti sebagian barang yang diproduksi sektor perusahaan tidak dapat dijual. Perusahaan akan mengurangi kegiatannya dan kontraksi dalam kegiatan ekonomi akan berlaku.
Apabila pengeluaran agregat dan pendapatan nasional sama maka perekonomian negara mencapai titik seimbang. Pada tingkat ini keinginan perekonomian untuk membeli barang adalah sama dengan keinginan perusahaan untuk memproduksi barang.


Dalam grafik ini digambarkan kegiatan ekonomi menurut Pengeluaran Agregat.



F. Pendekatan Terkini Dalam Penentuan Kegiatan Perekonomian
               Semenjak terbitnya buku Keynes (The General Theory) pada tahun 1936, berlaku dua perubahan penting yang sangat mempengaruhi perkembangan analisis makroekonomi. Perubahan yang pertama berlaku dalam ciri kegiatan ekonomi di negara-negara maju. Sedangkan perubahan yang kedua berlaku dalam analisis ekonomi yang berkembang sejak zaman Keynes.
a.       Perkembangan Ekonomi di Negara Maju
            Saat Perang Dunia Pertama, pengambilalihan pemerintah di Rusia oleh kaum Komunis dan dampak The Great Depression menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang teguh tidak dapat diwujudkan dan tingkat pengangguran yang dihadapi sangat serius. Hal ini baru dapat teratasi pada permulaan Perang Dunia Kedua yaitu 10 tahun sesudah depresi itu bermula.
            Semenjak permulaan tahun 1960-an masalah utama yang dihadapi perekonomian negara-negara maju sudah sangat berubah coraknya, yaitu:dari berbentuk masalah pengangguran yang serius kepada:
                                i.            Mempertahankan tingkat kesempatan kerja penuh dan menghindari masalah inflasi
                              ii.            Menciptakan pertumbuhan ekonomi

b.      Perkembangan Analisis Makroekonomi
            Perkembangan analisis makroekonomi yang digunakan sesudah masa golongan Keynesian dapat dibedakan kepada empat pemikiran: Monetaris, Klasik Baru (atau golongan Ekspetasi Rasional), Segi Penawaran, dan Keynesian baru.
a)      Golongan Monetaris
            Dipelopori oleh Milton Friedman. Pada dasarnya Friedman mengkritik pandangan Keynes dalam hal-hal berikut:
                                                        i.            Friedman tidak menyokong campur tangan pemerintah yang berlebihan dalam kegiatan ekonomi
                                                      ii.            Friedman menunjukkan peranan penawaran uang dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi
                                                    iii.            Friedman lebih menyukai kebijakan pemerintah berbentuk kebijakan moneter

b)      Golongan Ekspetasi Rasional (New Classical Economics)
            Didasarkan dua pemisalan penting. Pertama, teori ini menganggap bahwa semua pelaku ekonomi bertindak secara rasional, mengetahui seluk beluk kegiatan ekonomi dan mempunyai informasi yang yang lengkap mengenai peristiwa-peristiwa dalam perekonomian. Kedua, bahwa semua jenis pasar beroperasi secara efisien dan dapat dengan cepat membuat penyesuaian-penyesuaian ke atas perubahan yang berlaku.
c)      Ekonomi Segi Penawaran
            Datang dari penasihat dan ahli ekonomi dalam pemerintaha Ronald Reagan (Presiden Amerika Serikat tahun 1980). Didorong oleh adanya dua faktor. Pertama, berlakunya stagflasi di dalam tahun 1970an di berbagai perekonomian negara industri. Kedua, terpilihnya Ronald Reagan sebagai Presiden Amerika Serikat. Yang mana terkenal konservatif dan tidak menyukai campur tangan pemerintah yang berlebih-lebihan dalam perekonomian.
            Pada dasarnya kebijakan-kebijakan ekonomi Segi Penawaran bertujuan untuk mempertinggi efesiensi kegiatan perusahaan sehingga kegiatan ekonomi dapat ditingkatkan, pendapatan nasional riil dan kesempatan kerja beratambah dan tingkat harga dapat distabilkan. Kebijakan Segi Penawaran berusaha mewujudkan keadaan berikut:
                                                        i.            Para pekerja akan bekerja lebih giat dan lebih efisien
                                                      ii.            Efisiensi kegiatan usaha dapat ditingkatkan dan biaya produksi dikurangi
                                                    iii.            Mengembangkan peranan pihak swasta dan mendorong lbih banyak persaingan
Tujuan tersebut dicapai dengan cara:
                                                i.                   Mengurangi pengeluaran pemerintah
                                              ii.                   Menurunkan pangkat pajak yang dipungut terutama pajak dari golongan masyarakat yang berpendapatan tinggi
                                            iii.                   Penswastaan perusahaan-perusahaan pemerintah yang tidak penting perannya kepada masyarakat
                                            iv.                   Mendorong persaingan yang lebih sempurna di pasaran barang dan pasaran faktor

d)     Golongan Keynesian Baru
            Mereka menunjukkan kemungkinan berlakunya kekakuan yang akan mempengaruhi efisiensi pasaran barang. Hal ini menyebabkan perubahan harga tidak terlalu fleksibel sehinggaa timbul kemungkinan berlakunya keadaan di mana terdapat kelebihan permintaan barang atau penawaran barang.
            Mereka berkeyakinan bahwa kebijakan pemerintah masih cukup diperlukan untuk menstabilkan kegiatan ekonomi dan mengusahakan agar perekonomian tetap mencapai kesempatan kerja penuh

c. Tingkat Harga dan Keseimbangan Pendapatan Nasional
                        Analisis keseimbangan Keynesian yang menunjukkan peranan pengeluaran agregat dalam menentukan tingkat pendapatan nasional mempunyai dua kelemahan penting berikut:
                                i.            Analisis tersebut tidak memperhatikan efek perubahan tingkat harga terhadapa keseimbangan pendapatan nasional
                              ii.            Dalam menentukan keseimbangan, analisis Keyenesian tidak memperhatikan penawaran agregat- yaitu sikap para pengusaha dalam perekonomian dalam menghasilkan barang dan menjualnya ke pasar.
Perkembangan analisis makroekonomi sesudah zamannya Keynes, disamping mengkritik pandangan Keynes, telah mengembangkan pula analisis keseimbangan pendapatan nasional yang memperbaiki kedua kelemahan tersebut. Dalam analisis itu digunakan kurva permintaan agregat (aggregate demand) atau kurva AD, dan kurva penawaran agregat (aggregate supply)  atau kurva AS.

Ciri Kurva AD







1.      Kurva permintaan agregat (AD) menerangkan bagaimana pengeluaran agregat tersebut dipengaruhi oleh perubahan harga
2.      Permintaan dan penawaran uang. Perubahan permintaan dan penawaran uang akan mempengaruhi pengeluaran agregat melalui rangkaian peristiwa berikut: perubahan MD dan MS -à menimbulkan perubahan suku bunga à menimbulkan perubahan investasi à menimbulkan perubahan pengeluaran agregat.

            Dari gambar diatas kurva AD yang berbentuk menurun dari kiri ken kanan bawah disebabkan oleh sifat hubungan di antara tingkat harga dengan keinginan masyarakat untuk melakukan perbelanjaan yang berikut: Apabila tingkat harga meningkat ( misalnya P0 menjadi P1) pendapatan nasional riil yang diminta menurun (dari Y0 ke Y1). Sifat tersebut disebabkan faktor berikut:
                                i.            Apabila tingkat harga meningkat pendapatan riil masyarakat akan mengalami kemerosotan. Perubahan ini mengurangi permintaan agregat.
                              ii.            Apabila harga naik (berarti inflasi berlaku), suku bunga cenderung akan mengalami kenaikan. Permintaan agregat akan berkurang sebagai akibat kenaikan harga. Kedua faktor ini menyebabkan investasi akan merosot.
                            iii.            Apabila harga naik, ekspor akan berkurang (oleh karena harga barang ekspor menjadi lebih mahal) dan impor akan meningkat (oleh karena harga impor menjadi lebih murah). Perubahan ini akan mengurangi perbelanjaan ke atas produksi nasional.
Ciri Kurva AS

           










            Gambar diatas menunjukkan bentuk kurva AS yang menanjak ke atas dari kiri ke kanan. Pada permulaanya, yaitu pada ketika pendapatan nasional rendah dan pengangguran tinggi (digambarkan oleh bagian AB dari kurva tersebut), tingkat harga relatif stabil, yaitu berubah dari P0 ke P1 saja. Setelah mendekati tingkat kesempatan kerja penuh (lihat bagian BC) tingkat harga akan mengalami kenaikan yang lebih pesat. Perubahan harga menjadi semakin pesat apabila tingkat kesempatan kerja penuh telah dicapai dan kegiatan ekonomi masih berkembang dan meningkat lebih lanjut (lihat bagian CD).
            Kurva penawaran agregat (AD) dapat dibedakan menjadi dua bentuk : pertama, kurva SRAS/AS (Short-run Aggregate Supply) dan kurva LRAS (Long-run Aggregate Supply).

Tingkat Harga dan Keseimbangan Pendapatan Nasional
Dalam analisis penentuan keseimbangan pendapatan negara dimana tingkat harga dapat mengalami perubahan, secara serentak akan ditunjukkan :
                                            i.            Tingkat pendapatan nasional riil yang akan diwujudkan dalam perekonomian
                                          ii.            Tingkat harga umum yang berlaku
Apabila harga faktor-faktor produksi tidak mengalami perubahan, penawaran agregat dalam perekonomian ditunjukkan oleh kurva SRAS. Dua faktor akan menentukan kedudukan kurva AD:
                                       i.                   Magnitud dari komponen pengeluaran agregat (AE)
                                     ii.                   Permintaan dan penawaran uang (MD dan MS)
                                   iii.                   Kurva dibawah ini akan menunjukkan dalam jangka pendek—yaitu dalam periode dimana tingkat harga saja yang dapat berubah,tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oelh besarnya agregat. Semakin besar permintaan agregat, semakin tinggi pendapatan nasional riil yang diwujudkan dan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai.


d. Pertumbuhan Ekonomi
     Dalam uraian mengenai teori Klasik telah ditunjukkan bahwa menurut pendapat mereka tingkat kegiatan ekonomi (yang selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh) dan pendapatan nasional ditentukan oleh faktor-faktor produksi yang tersedia. Dalam persamaan:

Y= f (K, L, R, T)
K= Kapital/ jumlah barang modal
L= Labour/ tenaga kerja
R= Resource/ kekayaan alam
T= Technology/ teknologi

 
 

                



Dalam tahun 1950-an beberapa studi empirikal, yang dipelopori oleh Solow, telah  menunjukkan peranan relatif berbagai faktor produksi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Studi itu menyimpulkan: perkembangan teknologi dan perkembangan keterampilan dan pengetahuan tenaga kerja sangat penting peranannya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Pandangan ini dapat diterangkan dengan menggunakan kurva berikut: